Kamis, 20 Agustus 2020

MENJADI GURU SUKSES PJJ

Catatan Harianku Sebagai Seorang Guru 

            Kuingin menyampaikan catatanku selama duapuluh tiga tahun menjadi seorang guru. Rutinitasku  selalu bangun pagi, menyiapkan sarapan pagi dan berangkat ke sekolah, dengan sepeda motor menempuh jarak  kurang lebih empat kilometer. Menyaksikan keindahan Gunung Agung dipagi hari, pemandangan sawah dan kebun nan hijau, menyegarkan mataku. Tiba di sekolah melaksanakan absensi elektronik, kemudian bersiap mengajar di kelas. Sebagai guru IPA tentunya saya lebih banyak berada di laboratorium menyiapkan praktikum dan melaksanakan tugas sebagai Kepala Lab Sekolah.

            Biasanya di depan sekolah selalu ramai, siswa yang datang bergerombol, ada juga yang diantar orang tuanya. Demikian juga guru dan pegawai yang berlomba mengejar absensi elektronik. Suasana halaman sekolah setiap pagi selalu ada beragam dengan aktivitas... Diawali siswa bersalaman dengan guru  dan kepala Sekolah di pintu gerbang, lanjut dengan kegiatan pagi membersihkan sekolah, upacara bendera, belajar di kelas, di halaman sekolah, laboratorium komputer, dan ada juga yang terburu-buru ke kantin untuk sarapan pagi.

Tiada seorang guru pun yang pernah menduga, ketika Mas Menteri Pendidikan, Nadiem makarim, memutuskan mulai tanggal 17 maret 2020 pembelajaran konvensional kita yang biasanya di sekolah akan berubah menjadi pembelajaran online dari rumah, menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

            Situasi pandemi Covid-19 yang awalnya merebak mulai bulan Agustus 2019 di Wuhan China, berdampak juga pada hampir semua aktivitas kehidupan keseharian, kita yang biasanya dekat menjadi jauh, dan wajib menjaga jarak, mengikuti protokol kesehatan, dengan menggunakan masker dan cuci tangan.

Semua aktivitas di sekolah menjadi terhenti dan sepi...Sekolah kosong, tiada satupun aktivitas siswa di halaman sekolah. Entah  kapan akan berakhir dan bisa normal kembali seperti sebelumnya. Beberapa kegiatan belajar mengajar terakhir di sekolah menjadi monumen kebersamaan dan keceriaan yang begitu berarti untuk dikenang.

                                

Biasanya setiap  awal pembelajaran di kelas, baki ponsel di meja guru kuminta diisi, agar siswa konsentrasi dulu dengan apersepsi awal materi pembelajaran. Selalu kutegur siswa yang menggunakan ponsel saat jam pelajaran, kecuali bila siswa diminta mencari sumber referensi di internet. Tetapi kini dengan pembelajaran jarak jauh masa Pandemi Covoid-19 menjadi begitu bertolak belakang, hampir semua guru mewajibkan siswa  menggunakan ponsel sebagai alat bantu dalam pembelajaran dari rumah.

 Bilaman kondisi yang sangat terpaksa, siswa tanpa ponsel di rumahnya, barulah akan memlihi pembelajaran secara luring, belajar luar jaringan. Dengan menggunakan buku referensi yang ada, dan tugas dalam bentuk print out. Hampir semua kelas siswa mampu secara daring, hanya satu dua atau bahkan sama sekali tidak ada yang memilih belajar luring.

          Guru pun mulai berbenah diri, mengubah apa yang biasanya dilaksanakan secara langsung di depan kelas, buku paket, lembar kerja siswa, praktek dan mengamati bersama, kini harus mengubahnya dalam model online dalam pembelakaran jarak jauh atau PJJ. Jika selama ini tidak terkendala dengan akses ponsel dan laptop, tetapi dalam PJJ juga harus  menyiapkan pembelajaran yang cocok untuk dikerjakan siswa secara mandiri di rumah. Semangatku tumbuh dengan mengikuti berbagai workshop, webinar, untuk mengubah kemampuan profesi guru PJJ dalam berbagai aplikasi pembelajaran.            

         Kini tugasku berubah, tidak lagi berangkat ke sekolah dengan sepeda motor, tapi berada di rumah saja, dengan bekerja dari rumah, Work from Home (WFH). Setiap pagi tugas saya sebagai guru adalah menyapa siswa di group aplikasi  Whatsapp, membagikan link absensi, melaksanakan diskusi, dan membagikan tugas. Menggunakan google classroom, google form, untuk melancarkan proses pembelajaran.

            Selamat pagi anak-anak semua, semoga selalu sehat dan  semangat belajar IPA di rumah. Om Suastiastu.....Ingat absensi dengan link absensi di atas. Silakan baca buku referensi tentang Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Gunakan buku IPA sebagai referensi atau internet. Ibu beri waktu 15 menit sebelum diskusi. Beberapa chat di group saya tampilkan di bawah ini.

                                                                        
        

 

Setelah selesai sesi diskusi, dilanjutkan dengan memberi  penilaian aktivitas dan pengetahuan siswa berdasarkan jawaban yang diberikan, makin cepat merespon makin baik nilainya. Makin tepat  pemahaman konsep yang diberikan, maka makin baik juga nilainya. Banyak siswa yang menjawab dengan mengcopy jawaban teman di atasnya. Tentu hal seperti ini bisa dengan mudah diketahui, karena itu saya selalu memberi penegasan apa tujuan diskusi tersebut. Tapi jika siswa menjawab dengan mengcopy materi di google, juga diberi tetap nilai aktivitas yang baik.

Memberi penilaian setiap kehadiran secara daring, memberi nilai saat menjawab, menjadi bagian laporan rutin setiap akhir pembelajaran. Namun ada satu hal yang merupakan kendala dalam pembelajaran daring, kehadiran siswa, yang seringkali terlambat, atau bahkan tidak hadir sama sekali. 

Kehadiran dalam pembelajaran daring kuberi skor berbeda untuk setiap kode kehadirannya, hadir, aktif, bagus, jika tidak hadir alpa (a), ijin (i), dan sakit (s), sedangkan jika masalah akses kuota habis (k) dan ponsel nya rusak (h). Skor setiap kelas adalah nilai aktivitas yang selalu dilaporkan setiap akhir pembelajaran.

Adakah semua ini nyaman dan lancar ? Oww, tentu tidak... ketika waktu mengajar juga kadang menjadi bersamaan dengan beberapa aktivitas rumah.... ketika siswa yang sudah online tapi tidak peduli dengan diskusi atau tugas yang sudah dibagikan... ketika guru menunggu kelengkapan absensi siswa hingga sudah waktunya menyetor laporan pembelajaran... Aku merasa kesabaran guru sedang diuji, sendiri, tanpa bisa menata langsung bagaimana disiplin semestinya diaplikasikan secara daring.... membentuk sikap dari jarak yang jauh... sejauh mana keberhasilannya ?

Ketika ada keluhan beberapa siswa masih menggunakan satu ponsel bersama kakaknya, atau ketika ada yang mengatakan tidak ada uang beli paket pulsa internet, ketika ada orang tua yang mengatakan sudah menghentikan segala kegiatannya untuk membantu anaknya belajar secara daring, sungguh hatiku tersentuh... Apakah kendala beberapa anak tersebut adalah ketidakberhasilan dalam pembelajaran jarak jauh ? Tentu tidak.

Kucoba untuk menjadi siswa, dengan menghadapi ponsel enam jam sehari dari pagi hingga siang.... Ternyata rasa bosan dan jenuh sangat mudah menghinggapi. Mengapa belajar jarak jauh harus juga secara online saja ? Bukankah daring hanya media komunikasi, tetapi anak-anak bisa tetap belajar seperti biasa. Menggunakan buku paket, mengadakan pengamatan, praktikum sederhana, yang alurnya seirama dengan kegiatan di rumah.

Proses pembelajaran juga harus tetap menanamkan keterampilan abad 21 yaitu 4C, Creativity, Critical Thinking, and Collaboration.  Bagaimana kita berupaya menanamkan keterampilan ini dimasa Pandemi. Akhirnya mulai kuterapkan belajar konsep berbasis lingkungan. Siswa mengadakan pengamatan dengan memanfaatkan alat-alat sederhana yang ada di rumah.  Salah satu upaya untuk menemukan konsep secara alami. Bukankah alam ini adalah laboratorium yang terbuka lebar setiap saat, dan menjadi guru yang sejati....


Gambar di atas adalah beberapa contoh aktivitas praktikum yang dilaksanakan oleh siswa di rumah secara mandiri, yang kemudian dilaporkan secara tertulis. Apa yang saya lakukan tentunya tidak bertentangan aturan pembelajaran dari rumah dilaksanakan serempak berdasarkan Surat Edaran Mendikbud tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat Penyebaran Covid-19, tanggal 24 Maret 2020.

Adapun kutipan point yang ke-2 tentang Proses Belajar dari Rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Belajar dari rumah atau BDR diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum.
  2. Belajar dari rumah difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi covid-19, menjaga kesehatan diri dan lingkungannya,
  3. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkann kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah;
  4. Bukti dan produk aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru, tanpa harus diberikan skor/nilai kuantitatif.

Menyadari diri sebagai Guru,  sebagai faktor utama dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh saya mulai mempersiapkan diri dari segi teknik yang paling sederhana dimana siswa paling banyak mampu untuk melaksanakannya. Bagiku kesuksesan seorang Guru bukan karena canggihnya aplikasi yang dipergunakan, tetapi kualitas dari interaksi antara Guru dan Siswa, sehingga siswa mampu melaksanakan pembelajaran secara mandiri di rumah.

Selalu menjadi bahan pemikiranku, bagaimana pembelajaran itu menjadi menarik, tidak membosankan? Kuikuti beberapa webinar yang meningkatkan kemampuan teknologi internet dalam pembelajaran daring....Hampir lima belas sertifikat kuperoleh, dan sungguh tidak sia-sia, jika hampir semua metode pembelajaran daring bisa kugunakan sebagai tambahan pembelajaran dan penilaian hasil beajar siswa berupa kuis yang diselingi juga dengan sedikit game. Tidak hanya Whatsapp, google form, google classroom, juga quizziz, kahoot, quipper, google meet, zoom, dan moddle, bisa dipergunakan untuk menambah referensi dan teknik pembelajaran. Semua aplikasi itu tentunya meiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Bagiku apapun aplikasi yang dipergunakan, mudah diakses, melancarkan komunikasi, cepat dalam penyampaian informasi siswa, mudah menguasai kompetensi dasar, sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Ketika sekolah mulai menggunakan moddle Melajah.id kumerasa lebih banyak memberi, karena dengan moddle ini guru bisa mengatur absensi jika siswa sudah membaca materi pelajaran. Demikian juga jika akan membuat tugas, syarat utama adalah sudah membaca materi, dan lanjut mengerjakan tugas sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Moddle otomatis mengontrol aktivitas siswa dan mengatur batas waktu dalam mengerjakan tugas atau ulangan.

     


            Pembelajaran jarak jauh tentunya tidak mungkin untuk menuntaskan pelaksanaan Kurikulum 2013. Penyederhanaan kurikulum dan waktu pembelajaran daring menjadi bagian dari mengatasi berbagai problem siswa yang belajar secara mandiri. Perencanaan yang dibuat guru pun sudah berubah menjadai rencana program pembelajaran yang hanya satu lembar saja.   

              Kuikuti semua yang terbaik untuk dilakukan sebagai guru kepada siswa yang sedang belajar di rumah, mulai dari menyiapkan RPP Daring, selalu tepat waktu dalam memulai pembelajaran, tidak lupa dengan mengucapkan salam dan doa.

  1. Materi pelajaran berdasarkan buku referensi yang sudah dipegang siswa, ditambah dengan materi yang diunggah di media pembelajaran online seperti Google Clasroom, WhatsApp, Moddle, Zoom, Webex, atau jika sedang mengadakan evaluasi soal-soalnya sudah disiapkan, bisa saja dengan menggunakan Google Form, Quizizz, Kahoot, Quipper, Ruang Guru, Rumah Belajar, atau yang lainnya. 
  2. Satu minggu hanya memberikan satu tugas saja, atau satu ulangan saja, saya lebih banyak berinteraksi dalam bentuk diskusi dan tanya jawab. Jika dikusi dalam group Whatsapp, selalu mengadakan pengecakan keaktifan siswa setiap 15 menit. Jika memberikan tugas, tidak mengharuskan selesai pas hari tersebut, tetapi memberi penghargaan kepada siswa yang mampu menyelesaikan dengan cepat dan tepat waktu
  3. Menghubungi siswa atau orang tuanya jika siswa tidak aktif pada waktu pembelajaran Daring, dengan mengingatkannya secara chat pribadi atau chat kepada orang tuanya. Bilamana tidak dibalas, sebaiknya mengadakan komunikasi langsung lewat pembicaraan telepon
  4. Menutup pelajaran dengan doa penutup, merekap absensi pembelajaran hari ini, dan memberikan materi apa yang harusnya dipelajari untuk pertemuan berikutnya. Memberikan absensi akhir pelajaran jika ada, karena banyak juga yang hanya absensi awal pembelajaran saja. Memeriksa tugas dan mengembalikan hasilnya kepada siswa, jangan lupa tetap memberikan remidial jika nilai belum memenuhi KKM.

            Hanya ada satu dua orang siswa meminta PJJ Luring (Luar Jaringan) yaitu pembelajaran secara offline dimana kondisi siswa tidak memungkinkan untuk melaksanakan secara daring baik dari segi aspek teknologi, maupun kondisi alam yang jauh, tanpa akses internet, maka ada beberapa tips yang mungkin bisa saya lakukan yaitu : 

  1. Guru selalu siap dengan materi tambahan ataupun tugas secara hardcopy yang akan diberikan kepada siswa dalam jadwal waktu yang sudah ditetapkan, misalnya sekali seminggu
  2. Siswa lebih banyak diminta untk belajar melalui buku paket sebagai referensi, melihat tayangan TV, atau mencatat kejadian alam dan lingkungan sekitarnya;  
  3. Siswa diberi waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas nya, karena pastilah tidak satu pelajaran yang dikerjakan secara Luring;
  4. Mengadakan komunikasi kepada orang tua atau wali siswa, sebagai orang terdekat yang memantau pembelajaran siswa
  5. Mengarahkan siswa agar tetap mengadakan interaksi dengan teman yang terdekat bilamana ada masalah dalam mengerjakan tugas
  6. Mengadakan kunjungan ke rumah siswa bilamana siswa tidak bisa menyelesaikan tugasnya dalam kurun waktu yang telah diberikan.     

            Salah seorang siswa yang sangat kurang kehadirannya,  kuminta siswa datang ke sekolah, untuk dicari akar permasalahannya, diberikan pengarahan, semangat, dan motivasi belajar. Tetapi jika belum juga ada perubahan, bersama dengan guru BK mengadakan kunjungan rumah, bertemu dengan orang tua siswa, untuk senantiasa mendampingi anaknya dalam belajar di rumah. Hanya dengan kerjasama yang baik maka permasalahan belajar anak di rumah dapat diselesaikan dengan baik.

   

   


          Demikianlah segala upaya yang telah kulakukan sebagai Guru  selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Banyak juga hikmah positip yang kurasakan sebagai seorang guru, dari seorang guru yang konvensional, biasa bertatap muka, kini menjadi seorang guru yang selalu online, bahkan diluar jam pelajaran daring pun tetap bisa memberikan arahan kepada semua siswa. Konsep merdeka belajar, belajar dimana saja dan kapan saja, memang dapat dibuktikan secara nyata hampir oleh semua siswa dan guru di Indonesia. Belajar dari rumah menempatkan bagaimana pentingnya orang tua dalam mendidik, yang juga berperan sebagai guru pembimbing di rumah, tidaklah bisa diabaikan seperti selama ini, yang penuh diserahkan kepada guru.

        Menjadi guru PJJ yang sukses, hanya dapat dilakukan dengan kesungguhan hati, keihklasan memberi waktu, dan kesabaran dalam membina siswa. Kuingin sungguh-sungguh memberikan pengetahuan dan melatih kedisiplinan siswa, karena generasi muda kita adalah harapan bangsa. Semoga Pandemi Covid-19 cepat berlalu, dan pembelajaran normal di sekolah bisa kembali lagi.    


_______________________________________

REFERENSI

Kompas.com, Kilas Balik pembelajaran jarak jauh Akibat Pandemi,  https://nasional.kompas.com/read/2020/09/03/10063201, 03 September 2020.

Kompas.com, Pendidikan Daring  Covid-19, https://www.kompas.com/edu/read/2020/08/12/112834471, 12 Agustus 2020.

 Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Kemdikbud Terbitkan Pedoman Pembelajaran dari Rumah. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05. 29 Mei 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Surat Edaran No. 15 Tahun 2020, Tentang Pedoman Penyelanggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Virus D/Seas (Covid-19). 18 Mei 2020.

Wikipedia Indonesia, Nadiem Makarim, https://id.wikipedia.org/wiki/Nadiem_Makarim, 26 Oktober 2020.



MENJADI GURU SUKSES PJJ